“Buat kami, orang lapar, makanan yang
diberikan kepada kami dengan tangan kanan
atau tangan kiri, tidak ada bedanya”
(Pak Samadikun, tukang becak dari kampung Jembatan)
Membaca Indonesia, akan identik dengan membaca sejarah perjuangan panjang pemuda dan mahasiswa, karena sejarah memang dibentuk oleh orang muda. Semenjak lahir embrio tentang kesadaran berkeindonesiaan, kaum muda selalu saja menjadi motor penggerak transformasi sosial. Jadi tidaklah fatal, jika kaum muda diidentikkan dengan perubahan sosial di Indonesia. Peran kesejarahan yang panjang telah menempatkan pemuda dan mahasiswa sebagai kelompok strategis yang memiliki daya dorong transformasi sosial yang signifikan. Pemuda dan mahasiswa dianggap sebagai salah satu ikon penting dalam perubahan sosial dan perkembangan sejarah masyarakat Indonesia. Karenanya, untuk belajar tentang peran pemuda dan mahasiswa kontemporer, perlulah kita untuk sejenak melongok tonggak-tonggak prestasi kaum muda di masa yang lampau. Sejak awal, peran dan fungsi kaum muda memang sangatlah kompleks, mulai dari pengusiaran kaum imperealis, penggulingan rezim despotis otoriter, upaya dekonstruksi formasi sosial masyarakat, hingga menjadi kekuatan paling strategis sebagai motor penggerak dalam melakukan perlawanan terhadap kejahatan-kejahatan kemanusiaan kontemporer, yang menggunakan kedok globalisasi neoliberalisme.
Continue reading ‘Membumikan Kembali Kesadaran Berpergerakan’
